DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH

TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH

 

Tubuh Tuhan dikonsekrasikan. Dokumen Pasukan Komsos Singosari.

Sebenarnya aku ini terlanjur ajur

remuk dan terkutuk

Bayang maut yang merenggut

menjelma jadi takut

 

Bapak tidak genap empat lima

 

Kupunguti pecahan diriku

yang berserakan di jalanan

Aku tak nemu kedamaian

di dalam gereja Tuhan

 

Lucunya, belasan tahun silam

rasa yang sama pernah melanda

Namun, kini aku lebih bisa nerima

 

Kubawa puing-puing itu

dan kurangkai laksana kain perca

 

Mungkin ada baiknya

aku tak lagi dekat mezbah Allah

Tempatku jelas bukan sekitar altar

Tempatku tidak di atas mimbar

Tempatku ada di belakang layar

di sudut sujud, penuh kemelut

 

Dosa-dosa kuhitung

Doa-doa membubung

 

Ah...

biarlah aku mengabadikan

kejadian keajaiban

Tubuh dan Darah Tuhan

dikonsekrasikan

 

Aku rindu

makan Daging Tuhan!

dan minum Darah-Nya!

 

Sungguh aku tak layak

Tuhan manunggal padaku

Namun, bersabdalah saja,

maka diriku akan utuh

 

Malang, 25 November 2025

Padmo Adi


Comments

Post a Comment