MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

GATOTKOCO

 GATOTKOCO*

*Dimuat dalam buku kumpulan Puisi Menolak Korupsi #10 MBGendam



Aku melihat seorang aki-aki menari

dia tergila-gila ingin tinggal di istana

Dijanjikannya makan pesta tiap hari

semua turut menari dan bergembira


Dikabulkanlah renjana yang sudah menahun

Dia kelilingi dirinya dengan para pria rupawan

Dibelinya segala mainan perang-perangan

Dia kira dia macan yang bikin orang tertegun


Oh... lihat! Lihatlah!

Aki-aki itu bicara besar

diselingi nyinyir bibir nyenyenye

lalu berteriak, "Hidup Pria Solo!"

kemudian meradang, "Hai, (p)antek-(p)antek asing!"


Aih... lihat! Lihatlah!

Ribuan anak muntah habis makan nasi jatah

Serambi Mekah masih diselimuti lumpur basah

Sembilan belas juta tak jua terbuka

Tujuh belas trilyun demi gabung Bangsa Wahyu 2:9

Ribuan orang dibatalkan giliran cuci darah


Dan... uh... lihat! Lihatlah!

Ada bocah akhiri diri tak punya ceban untuk buku

Hongib tega lindas mati pemuda pekerja berjaket hijau

Ndhas Kothak dapat jatah jaga proyek bangun koperasi

Guru-guru ngilu sebulan gaji cuma dapat dua ratus ribu

Pajak upeti bagi jelata naik tinggi hampir tak terperi


Oh... si aki sudah omon penuh percaya diri,

periode depan mau nyalon satu kali lagi!

Ah! Ndhasmu!

Gatotkoco!!!


Ongisiras, 20 Februari 2026

Padmo Adi


Comments