DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

GATOTKOCO

 GATOTKOCO*

*Dimuat dalam buku kumpulan Puisi Menolak Korupsi #10 MBGendam



Aku melihat seorang aki-aki menari

dia tergila-gila ingin tinggal di istana

Dijanjikannya makan pesta tiap hari

semua turut menari dan bergembira


Dikabulkanlah renjana yang sudah menahun

Dia kelilingi dirinya dengan para pria rupawan

Dibelinya segala mainan perang-perangan

Dia kira dia macan yang bikin orang tertegun


Oh... lihat! Lihatlah!

Aki-aki itu bicara besar

diselingi nyinyir bibir nyenyenye

lalu berteriak, "Hidup Pria Solo!"

kemudian meradang, "Hai, (p)antek-(p)antek asing!"


Aih... lihat! Lihatlah!

Ribuan anak muntah habis makan nasi jatah

Serambi Mekah masih diselimuti lumpur basah

Sembilan belas juta tak jua terbuka

Tujuh belas trilyun demi gabung Bangsa Wahyu 2:9

Ribuan orang dibatalkan giliran cuci darah


Dan... uh... lihat! Lihatlah!

Ada bocah akhiri diri tak punya ceban untuk buku

Hongib tega lindas mati pemuda pekerja berjaket hijau

Ndhas Kothak dapat jatah jaga proyek bangun koperasi

Guru-guru ngilu sebulan gaji cuma dapat dua ratus ribu

Pajak upeti bagi jelata naik tinggi hampir tak terperi


Oh... si aki sudah omon penuh percaya diri,

periode depan mau nyalon satu kali lagi!

Ah! Ndhasmu!

Gatotkoco!!!


Ongisiras, 20 Februari 2026

Padmo Adi


Comments