SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

  

SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025

Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”
Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025


PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

Rahayu, Berkah Dalem,


Yang saya hormati:

  • Dekan Fakultas Ilmu Budaya

  • Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya

  • Para Ketua dan Sekretaris Departemen, 

  • Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB

  • Segenap Dosen dan Tendik FIB

  • Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025

  • Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17.


Selamat pagi!

Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025.

Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipilih oleh Wakil Dekan 3, Adjie Setyanto-sensei, sebagai Ketua Pelaksana PKKMB Teras Budaya 2025, sungguh saya merasa terpanggil untuk menyambut kalian semua, 1065 tunas-tunas muda, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya.

Kalian diberi nama ARUNA KARSA 17! “Aruna” dalam bahasa Sanskerta berarti "merah kekuningan" atau "fajar". Nama ini sering dikaitkan dengan rona merah di ufuk timur saat matahari terbit. Dalam mitologi Hindhu, yang juga diceritakan dalam wiracarita Mahabharata, khususnya pada kitab Adiparwa, ARUNA adalah nama kakak dari GARUDA. Dia kemudian diangkat sebagai kusir kereta perang Bathara Surya. Dialah yang membuka jalan bagi perjalanan Sang Surya. Sementara, “Karsa” itu sendiri berarti “kehendak” atau “niat yang kuat”. Dan, 17 adalah angkatan kalian. Sehingga, nama kalian bisa dimaknai sebagai angkatan ketujuh belas, sang fajar harapan baru yang berkehendak kuat.


Selamat datang di Teras Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya. Sebenarnya, terminologi “Teras Budaya” merujuk pada sebuah open space yang berada pada sisi utara gedung A—terletak di antara Gedung A, Gedung C, dan Atsiri. Di sanalah secara tradisi, kultural, dan organik para intelektual-intelektual muda Ilmu Budaya berkumpul, berdiskusi, dan berkarya seni. Oleh sebab itu, meneruskan PKKMB tahun sebelumnya, kami mengangkat derajat nama “Teras Budaya” itu menjadi nama gelaran PKKMB FIB UB 2025.


PKKMB Teras Budaya FIB UB di Atsiri pada tahun 2025


Di fakultas kita ini, kalian akan belajar tentang bahasa, sastra—puncak aestetika bahasa, budaya, pendidikan bahasa, seni, dan tentu saja manusia itu sendiri! Ilmu kita ini adalah ilmu yang bicara tentang Kemanusiaan itu sendiri. Hanya manusia yang menggunakan penanda-penanda bukan sekadar untuk berkomunikasi, melainkan juga justru untuk menyembunyikan makna, dan memain-mainkan makna itu secara estetis. Ya, hanya manusia yang bicara dengan pasemon. Hanya manusia yang menyusun kata menjadi puisi, untuk menggambarkan perasaannya yang terdalam. Hanya manusia yang merumuskan kata menjadi darasan doa kepada Tuhan semesta raya. Dan, di fakultas inilah kita akan merefleksikan Kemanusiaan itu sendiri! Maka, mari kita belajar memanusia. Mari kita memanusiakan manusia. Mari kita memanifestasikan kemanusiaan kita.

Pada kesempatan kali ini, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Dekanat yang telah memercayai saya tanggung jawab ini. Juga kepada segenap kolega dosen, tendik, kawan-kawan mahasiswa, semua panitia yang telah berkenan bekerja secara efektif dalam tempo 4 minggu(!), sehingga peristiwa pada hari ini dan besok dapat terselenggara. Terima kasih telah menemani saya duduk ngopi di bawah tangga darurat, memikirkan konsep Teras Budaya tahun ini. Terima kasih atas komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin. Tanpa Ibu-Bapak, Saudara-saudari, dan Kawan-kawan sekalian, I am nothing! Dan, inilah Teras Budaya 2025, samadya mawi danasmara! Ya iki pesta: tipis ananging rata!

Tuhan memberkati dan menyertai acara kita pada hari ini dan besok.

Nuwun... nuwun... matur sembah sewu nuwun!


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

Rahayu, Berkah Dalem.


Comments