DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

ANGIN SELATAN BULAN JULI

 ANGIN SELATAN BULAN JULI

terima kasih atas cinta kita


Angin selatan bulan Juli

bawa hawa dingin

nyayat-nyayat kulit

nusuk-nusuk belulang


Angin selatan bulan Juli

ngingatkanku padamu

yang njelma dermaga

labuhanku tiap senja


Angin selatan bulan Juli

bekukan embun pagi

erat kau aku peluk

hangatmu nunda waktu


Angin selatan bulan Juli

membawa kenangan Salatiga

aku mengungkapkan cinta

kau pun tersipu mengiya


Malang, 28 Juli 2026

Padmo Adi


Comments