MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Putra-putra Garuda

Putra-putra Garuda

Hai putra-putra Garuda,
ingatlah tentang sebuah kisah pemerdekaan
yang dilakukan Garuda terhadap ibunya
yang diperbudak oleh para Ular-Naga

Dengan perkasa Garuda melawan mereka
dikocar-kacirkan seratus hulu bisa itu
demi kemerdekaan dan pembebasan
serta kehendak menegakkan keadilan

Dan, sekarang Bunda Pratiwi kita tercinta
hendak diperbudak kembali dan diperkosa
disungsangkan keberadaannya
dan dikoyak keindahannya
oleh Bangsa adharma
yang lupa akan sejarah

Bangkitlah, hai Putra-putra Garuda,
percayalah kepada bentangan sayapmu
yang mampu menyaput Sang Surya,
percayalah kepada kekuatan cakarmu
yang mampu mengoyak bumi dan samudera
Berteriaklah membelah angkasa!!!

Bersama Sang Fajar kita berderap
Dari balik cakrawala kita berteriak lantang
membentangkan sayap, menghunuskan cakar
Mempertahankan kehormatan Bunda Pratiwi
layaknya yang pernah dilakukan Garuda
beribu-ribu tahun yang lalu

Bhumi Mataram, 18 September 2012
Padmo Adi

Comments