DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

RAKYAT MENGGUGAT

 RAKYAT MENGGUGAT

 

Jangan ragukan nasionalisme kami! Sungguh, kami cinta negeri ini.


Aku melihat orang-orang bersemangat

kibarkan bendera tengkorak bertopi jerami

sebab mereka telah jenuh jadi melarat

hanya ingin sila lima kembali ke negeri

 

Aku melihat pengurus negara dan aparat

menjadi gerah dan tersinggung penuh umpat

bendera tengkorak bertopi jerami itu keparat

Mengibarkannya berarti menggugat daulat!

 

Padahal itu bendera cuma dari kartun belaka

Dikibarkan pada kapal oleh bajak laut fiksi

Namun, kisahnya berhasil menginspirasi kita

Kakisto-klepto takut tengkorak bertopi jerami

 

Seni fiksi tak selalu melulu manis romantis

sesekali perlu jadi gugatan dan ledakan

Fungsi seni sastra memang tidak pragmatis

justru tajam bicara perkara kemanusiaan

 

Berkibarlah bendera tengkorak bertopi jerami

Merah-putih telanjur direduksi jadi ancaman

Si cokelat lupa di baliknya ada mimpi demokrasi

Si hijau alpa maknanya itu tentang kemerdekaan

 

Singosari, 10 Agustus 2025

@kalonggedhe


Comments