DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

AKU MENCINTAIMU... DENGAN...

AKU MENCINTAIMU... DENGAN...

Aku mencintaimu dengan segenap Adaku
Aku mencintaimu dengan segenap diriku
Aku mencintaimu dengan segenap hidupku
Aku mencintaimu dengan segenap kemanusiaanku
Aku mencintaimu dengan segenap kesadaranku
Aku mencintaimu dengan segenap kehadiranku
Aku mencintaimu dengan segenap perasaanku
Aku mencintaimu dengan segenap pemikiranku
Aku mencintaimu dengan segenap ideku
Aku mencintaimu dengan segenap harapanku
Aku mencintaimu dengan segenap imanku
Aku mencintaimu dengan segenap cintaku
Aku mencintaimu dengan segenap kasihku
Aku mencintaimu dengan segenap sayangku
Aku mencintaimu dengan segenap rinduku
Aku mencintaimu dengan segenap karyaku
Aku mencintaimu dengan segenap jantungku
Aku mencintaimu dengan segenap darahku
Aku mencintaimu dengan segenap kelelakianku
Aku mencintaimu dengan segenap nafsuku
Aku mencintaimu dengan segenap spermaku
Aku mencintaimu dengan segenap pesonaku
Aku mencintaimu dengan segenap kromosomku
Aku mencintaimu dengan segenap waktuku
Aku mencintaimu dengan segenap perhatianku
Aku mencintaimu dengan segenap kreativitasku
Aku mencintaimu dengan segenap duniaku
Aku mencintaimu dengan segenap doaku
Aku mencintaimu dengan segenap aku

tepi Jakal, 06 November 2012
Padmo Adi

Comments