SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Tempe Goreng Berdarah

Tempe Goreng Berdarah
*kepada Vina Rete

Setiap kali aku makan tempe goreng
setiap kali pula aku harus meminta maaf
kepada suku anak dalam
kepada orang-orang dayak
bahkan juga kepada orangutan

Sebab...
tempeku digoreng dengan minyak
yang perkebunannya disuburkan
dengan darah mereka semua!
Para manusia sederhana
serta hewan tak berdosa

Pada setiap gigit renyah tempe goreng itu
menetes darah
melumuri ini wajah
merah

Surakarta, 21 Desember 2013
Padmo Adi

Comments

Post a Comment