SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

STANDARD GANDA


Standard Ganda

Ketika ada lelaki digoda banci, kita akan tertawa. Lucu... .
Coba subyeknya kita ganti. Perempuan digoda Lelaki. Akankah masih lucu? Kita akan berteriak-teriak "pelecehan seksual".

Ketika kita melihat para penjagal menjagal sapi dengan sadisnya, kita bilang, "Sapi kan memang ditakdirkan untuk dimakan."
Coba sapi itu diganti anjing. Tentu kita akan segera berteriak kepada si penjagal, "Manusia amoral!!!"

Ketika ada berita perempuan memperkosa lelaki beramai-ramai, kita akan tertawa geli. Pasti si lelaki keenakan.
Coba itu dibalik. Masihkah kita akan tertawa geli?

Ketika seorang kaya naik motor harley dengan suara knalpot menggelegar, polantas takkan menilangnya. Bilangnya, "Knalpot standardnya seperti itu.
Coba itu kita naik motor bersilinder kecil berknalpot Akralinga. Pasti langsung gergaji di tempat, dapat surat tilang, tanpa dicek dengan alat pengukur desibel.

Waktu ada bule perempuan jalan pakai kaos singlet dan hotpants di jalanan kota di Indonesia yang panas ini, kita cuek saja, malah sesekali curi pandang.
Coba itu yang jalan pakai kaos singlet dan hotpants si Tumini... . Segera kita akan bernyanyi lagunya Jahanam, Tumini Nggatheli.

Ketika seorang lelaki poligami, kita pikir itu wajar. Sunnah Rasul.
Coba itu perempuan yang poligami, kita pasti segera memakinya "lonthe tua tak tahu diri".

Ketika kota Paris diteror warga ber-KTP Paris, kita segera mengganti PP dengan bendera Prancis.
Coba kejadian serupa terjadi di sebuah kota di Lebanon, Syria, atau bahkan Papua... we give no shit!

Masih ingat ketika Yogyakarta mengancam akan memisahkan diri dari Indonesia beberapa tahun yang lalu? Kita anggap itu angin lalu saja. Tidak ada reaksi keras apapun.
Apa yang terjadi jika hal itu dilakukan Papua? Moncong senjata segera menumpahkan darah.

Masih ingat ketika Yogyakarta mengibarkan bendera janur kuning, bukan gula-klapa (merah putih)? Kita anggap itu angin lalu saja. Tidak ada reaksi keras apapun.
Apa yang terjadi jika hal itu dilakukan Papua? Mengibarkan Bintang Kejora? Moncong senjata segera menumpahkan darah.

Masih ingat ketika FPI dan HTI berteriak-teriak bahwa Pancasila itu haram? Lalu, khilafah solusinya? Kita anggap angin lalu saja. Reaksi yang paling keras hanyalah memaki di internet.
Apa yang terjadi jika Papua lebih mencintai Bintang Kejora? Moncong senjata segera menumpahkan darah.

@KalongGedhe

Comments

  1. ttg laki2 digoda banci, mau komplain..
    harusnya perempuan bukan digoda laki2...
    tp perempuan digoda cwe macho... hihi.. gt mas.. hihi

    ReplyDelete

Post a Comment