DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

REKAN KERJA ALLAH

REKAN KERJA ALLAH


Seorang gadis OMK mendekati seorang mantan frater. Tanyanya, "Mengapa kamu keluar, Ter, eh, Mas?"
Jawab mantan frater itu, "Aku ingin menjadi tangan kanan Tuhan."
"Apa maksudmu, Ter, eh, Mas?"
"Kamu percaya Allah Bapa yang menciptakan semesta, alam raya, dan makhluk hidup di dalamnya, 'kan?"
"Iya..... ."
"Kamu percaya bahwa manusia diciptakan Allah untuk menjadi rekan kerja Allah dalam menciptakan dan merawat semesta ini, 'kan?"
"Iya.... betul... ."
"Nah.....aku ingin menjadi rekan kerja Allah... dalam menciptakan makhluk lucu dan imut, yang kalau lapar nangis oek-oek, kalau haus oek-oek, kalau ngantuk oek-oek."
"Iya... lalu?"
"Nah.... maukah engkau menjadi partnerku melakukan karya agung itu?"
Gadis OMK itu pingsan... .


23 Januari 2016
@KalongGedhe

Comments