SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

DUA MATA KECIL

DUA MATA KECIL
*kepada Ramanjaya

Masih dapat aku ingat dengan jelas
satu setengah tahun lalu kaunangis dengan keras
kemudian kaukencingi baju putih bidan-bidan itu
Seketika pecah pula air mataku memandangmu
Kunamai kau ‘Rama Sanjaya Padmakarna’
anak lelaki yang kudamba dari masa muda

Lekas nian waktu berlalu
Kini kaulari-lari tak kenal waktu
Ketika kupanggil ‘Rama’, “Njaya,” jawabmu
Leleh hati ini saat dengar kaubilang ‘Bapak’ padaku
lalu kaulari lagi menuju ibumu yang ayu
bilang “Nyonyo”, kemudian meringkuk nenen susu

di pendapa TBJT

Ramanjaya, kagol ini lenyap acap kali aku memelukmu
Dengan dua mata kecil itu, dalam-dalam aku kaupandang
Erat kaupegang pundak ini, tak rela kutinggal pergi
Namun sering aku harus pergi, demi nasi untukmu dan ibu
sebab puisi tak tiap hari bisa jadi nasi yang bikin kenyang
Tapi denganku kaucuma mau main ‘Oa’, bukan nasi

Ramanjaya, mbah kakungmu mati belum genap empat lima
Doakan bapak, biar bisa hidup agak lebih lama darinya
biar bisa nemani kamu besok waktu TK main bola
Dan semoga Tuhan Allah sudi mengabulkan satu doa
Permohonanku, aku bisa mengajakmu berkendara berdua
sebagaimana dulu bapakku mengajakku berkendara

Surakarta Utara, 22 Oktober 2018
Padmo Adi

Comments