DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

Antara Yogya-Surabaya

Antara Yogya-Surabaya
*kepada Ardit Generasi Biru

Terima kasih atas lagu-lagu Slank
yang kaukopikan padaku
bertahun-tahun lalu

Terima kasih atas naungan
yang kauberikan malam ini
hingga aku boleh rebah
menerima segala kalah

Kita punya cerita konyol masa muda
Kisah kami para mantan biarawan
dan kau yang datang dari Surabaya
Seakan baru kemarin terjadi di Yogya

Besok aku akan pulang ke Surakarta
Entah apakah Malang kembali datang
Entah apa Yogya kembali mengundang
Kini aku terlindung pelukan Surabaya

Surabaya, 14 Desember 2018
Padmo Adi

Comments