SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

SEDEKAT TELINGA, SEJAUH RAGA, SEJAUH MATA, SEDEKAT JIWA


SEDEKAT TELINGA, SEJAUH RAGA
SEJAUH MATA, SEDEKAT JIWA


Jaket touring. Dokumen pribadi.

Aku rindu dekap peluk hangatmu.
Kapan lagi kita bisa pergi ke mana bersama siapa seperti dulu?
Wabah ini memisahkanku dari mereka yang kukasihi.
Wabah ini juga membuatku tak lagi bisa menikmati kehangatan perlindunganmu.
Jika hari baik telah tiba, mari kita melaju ke arah matahari terbit;
kita seberangi dua selat itu.
Di sana, kita nikmati semangat muda, seakan kita abadi selamanya.
Namun, sebelum semuanya itu, kita harus tetap berada di sini, hadir sekaligus absen, terhubung sekaligus terputus, bersama sekaligus sendiri... sendiri-sendiri bersama.
Kita memang akan mati, tetapi tidak hari ini.
Kita akan menyintas!
Dan biarlah wabah ini melintas.

Malang, 16 April 2020
Padmo Adi

Comments