MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

BEBAN NEGARA

 BEBAN NEGARA

 

Apakah bagi Negara pendidikan itu beban?

Aku mencoba melihat kembali

perihal apa yang masih tersedia

apa-apa saja yang masih berharga

Ah, sedih sekali inkarnasi jadi WNI!

 

Ibu dan ayahku pendidik bangsa

mereka cerdaskan bocah-bocah

mengabdi di daerah pinggir kota

di pedalaman utara Jawa Tengah

 

Eyang maju tempur kala revolusi

bersama Ignatius Slamet Riyadi

kini tetirah langgeng di Surakarta

Merah Putih ada pada nisannya

 

Warengku adalah Tiyang Mardika

yang nganggit sastra di Surakarta

tapi siapa yang kini baca romannya?

apalagi dia tulis pakai Hanacaraka

 

Namun, inilah aku di sini kini

meratapi pajak yang lipat tinggi

lihat beras naik tak turun lagi

dianggap beban walau mengabdi

 

Ah, jangan kauajari nasionalisme

tak perlu kauajari cinta tanah air

Negara ini telah lupa preambule

Sila V dingin beku tak pernah cair

 

Malang, 21 Agustus 2025

Padmo Adi

Comments