MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

TEH SOLO UNTUKMU

 TEH SOLO UNTUKMU

 

segelas kopi Malang

Kekasih,

izinkan aku

seduh teh Solo

atau kopi tubruk Malang

untuk menyambut senyummu

yang merekah merah

kala malam menyulam kalam

di sisi gereja tua

 

Namun, jika kamu mau

aku ada sebotol anggur

yang kucuri dari sakristi

kala pastur asyik homili:

Cinta, iman, dan harapan

 

Nanti kita minum berdua

sambil cerita Adam dan Hawa

tengah asyik makan buah bersama

Dan mengapa mereka tak kepikiran

dengan gembira bakar sate ular

atau bahagia masak jadi rica?!

lalu ajak serafim berpesta!

 

Sayang,

Adam-Hawa lebih suka makan

buah tentang pengetahuan

lalu dikutuk hidup mlarat

sebagai guru honorer

di suatu negeri

gemah ripah loh nggatheli!

 

Yang penting kita jangan mati

aku mau kecup keningmu nanti

sebab senyummu masih merekah

kita rayakan dengan anggur merah

 

Malang, 23 Agustus 2025

Padmo Adi

Comments