SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

TEH SOLO UNTUKMU

 TEH SOLO UNTUKMU

 

segelas kopi Malang

Kekasih,

izinkan aku

seduh teh Solo

atau kopi tubruk Malang

untuk menyambut senyummu

yang merekah merah

kala malam menyulam kalam

di sisi gereja tua

 

Namun, jika kamu mau

aku ada sebotol anggur

yang kucuri dari sakristi

kala pastur asyik homili:

Cinta, iman, dan harapan

 

Nanti kita minum berdua

sambil cerita Adam dan Hawa

tengah asyik makan buah bersama

Dan mengapa mereka tak kepikiran

dengan gembira bakar sate ular

atau bahagia masak jadi rica?!

lalu ajak serafim berpesta!

 

Sayang,

Adam-Hawa lebih suka makan

buah tentang pengetahuan

lalu dikutuk hidup mlarat

sebagai guru honorer

di suatu negeri

gemah ripah loh nggatheli!

 

Yang penting kita jangan mati

aku mau kecup keningmu nanti

sebab senyummu masih merekah

kita rayakan dengan anggur merah

 

Malang, 23 Agustus 2025

Padmo Adi

Comments