DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

MENJELANG BINATANG DARI SEBERANG

 MENJELANG BINATANG DARI SEBERANG

 

Musikalisasi puisi dengan suno.com


Aku melihat binatang buas besar dari timur

berenang perlahan namun pasti

dari kedalaman samudera

bergerak hingga ke kepulauan kita

yang dijamahnya bakal celaka

 

Aku melihat matanya merah menyala

kepalanya seperti kepala singa

aumannya menjelma kegelisahan

lidahnya lidah-lidah api

napasnya membakar segala

 

Aku melihat tubuhnya keras laksana kuda nil

berwarna jingga terang seperti bara

kaki-kakinya seperti kaki mastodon

sementara ekornya mirip ekor buaya

menyeret maut ke segala penjuru

 

Aku melihat duburnya menyembur metana

Awan basah disapunya lenyap tak tersisa

Sumber-sumber mata air jadi kering

Sumur-sumur kerontang tak bisa diminum

Panenan gagal, paceklik pun mencekik

 

Wahai ... wahai ... wahai ...

bangsa yang dipimpin raja tua dementia

yang emasnya tak lebih berharga daripada tembaga

yang lumbungnya mlompong dikuras cukong

bersiapsedialah!!! Binatang itu telah menjelang!!!

 

Dia telah lama berkembang dalam lautan

Puluhan nabi dan resi telah meramalkan

Kini dia telah matang dan mulai jadi nyata

Barang siapa bijaksana hendaknya waspada

Dan ingatlah ... LEONIN ... itulah namanya!

 

Malang, 06 Agustus 2026

Padmo Adi

Comments

  1. Maka runtuhkanlah menara gading yang dusta,
    Sebelum seluruh negeri karam dalam nestapa.
    Jangan biarkan lumbung terus digergaji,
    Oleh mereka yang menukar esok dengan janji.
    Binatang itu membesar karena kita memendam diam,
    Membiarkan malam menjadi kian kelam.
    Jika raja tua itu terus terpejam dalam pelupa,
    Kitalah yang harus bangkit menjaga sisa semesta!

    ReplyDelete

Post a Comment