PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

INGIN KUGAMBAR

INGIN KUGAMBAR

Berikanlah padaku sekotak crayon
ingin kugambar perasaanku yang tak terperi
Berikanlah padaku sekotak crayon
sebab puisi mungkin tak mampu lagi memeri

Ingin kubasuh tubuhku dengan warna-warni
yang mengalir syahdu dari antara kakimu
Dan,
‘kan kugambarkan perasaan itu di tubuhku dan tubuhmu
Jiwa kita pun berpadu

Sarang Kalong, 27 Januari 2010
Padmo “Kalong Gedhe” Adi

Comments