SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Sebotol Tuhan

Sebotol Tuhan

Sebotol bir kutenggak hingga tergeletak
Namun, hati tak pernah berhenti mencari
Sebotol bir kutenggak hingga hampir tersedak
Namun, hati tak pernah berhenti bertanya

Berbotol-botol bir menemaniku mengarungi samudera sepi
tiada mampu menandingi
tiada mampu menyamai
Sebotol Tuhan yang kucuri di dalam sunyi

Sebotol Tuhan kurindu
Sebotol Tuhan kucandu
beri saja aku satu
penghilang ngilu penghalau sendu

Tuhan,
izinkan aku merayakan Natal
walau harus berdiri jauh dari altar
izinkan aku menikmati Natal
walau harus berdiri sendiri di latar

Jangan beri aku bom di malam Natal
Mari kita bersulang sebotol Tuhan yang kental

Tepi Jakal, 17 Desember 2010
Kalong Gedhe

Comments

  1. Suka dengan kritisnya. Cuma sayang paradigma bir sebagai bahan mabuk masih kental.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih :)

    Kemabukan oleh bir (atau minuman keras lain) saya pakai sebagai metafora kemabukan kita pada sesuatu. Kita selalu kepayang pada sesuatu, misalnya pada cinta, atau pada suatu hobi, juga pada pengalaman Ketuhanan. Para sufi, pertapa, rahib, yogi... adalah mereka yang mabuk pada Tuhan :D

    Terima kasih atas apresiasi Anda, Bung Joko.

    ReplyDelete

Post a Comment