pada tanggal
puisi
KATA-KATA KOTA Seorang penyair duduk di bangku taman. Puisi dia tak pernah berhasil jadi nasi. Akan tetapi, dia senantiasa mendengarkan kata-kata kota, yang dia suling jadi aforisma. Ah, sedih sekali jadi warga negeri ini. Namun... ya, hidup harus terus diselesaikan. Singosari, 30 Desember 2025 Padmo Adi
- Get link
- X
- Other Apps
Suka dengan kritisnya. Cuma sayang paradigma bir sebagai bahan mabuk masih kental.
ReplyDeleteTerima kasih :)
ReplyDeleteKemabukan oleh bir (atau minuman keras lain) saya pakai sebagai metafora kemabukan kita pada sesuatu. Kita selalu kepayang pada sesuatu, misalnya pada cinta, atau pada suatu hobi, juga pada pengalaman Ketuhanan. Para sufi, pertapa, rahib, yogi... adalah mereka yang mabuk pada Tuhan :D
Terima kasih atas apresiasi Anda, Bung Joko.