ANGIN SELATAN BULAN JULI

 ANGIN SELATAN BULAN JULI terima kasih atas cinta kita Angin selatan bulan Juli bawa hawa dingin nyayat-nyayat kulit nusuk-nusuk belulang Angin selatan bulan Juli ngingatkanku padamu yang njelma dermaga labuhanku tiap senja Angin selatan bulan Juli bekukan embun pagi erat kau aku peluk hangatmu nunda waktu Angin selatan bulan Juli membawa kenangan Salatiga aku mengungkapkan cinta kau pun tersipu mengiya Malang, 28 Juli 2026 Padmo Adi

DI SINI


Di Sini
*untuk mereka di Salatiga
Salah satu adegan di dalam Techno Ken Dedes, Salatiga, 19 Juni 2012


Jadi...
di sinilah aku
di kota keheningan dan cinta

Sebenarnya aku datang hanya ingin memandangmu,
bukan meninggalkan benihku.
Namun, terlanjur... maafkanlah aku.
Kuharap benih itu berkembang di rahimmu baik-baik...
jadi kata
jadi puisi
atau drama
atau sekadar maki!

Di sini, di kota ini, dulu aku mencari Tuhan.
Di sini pula aku mengartikulasikan cinta.
Kini, izinkan aku menumpang,
merebahkan tubuh di dalam pelukan panggung teater...
di sisimu...
di sini.

Segala cinta,
hidup,
kata,
dan kenangan akan Tuhan,
melebur di dalam perjumpaan...
wajahku dengan wajahmu...
di sini.

Kautahu,
kota ini selalu saja mendiktekan diksi menjadi puisi.
Menyesal aku tak membawa kertas dan pena.
Kukutuki diriku oleh karenanya.
Hingga akhirnya aku harus menyampah di sisimu.
Tapi, percayalah,
esok sampah-sampah ini akan kurangkai jadi puisi,
untukmu di sini.

20 Juni 2012
Padmo Adi

Comments

Post a Comment