SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Jangan Tanya Ke Mana Aku Pergi

Jangan Tanya Ke Mana Aku Pergi

jangan tanya ke mana aku pergi
jangan bilang itu surga
atau pun itu neraka
sebab jasadku kembali kepada jagad raya
dan jiwaku kembali kepada alam semesta

jangan menangis di hari aku pergi
mainkan saja play-list metal di laptop ini
dari From Chaos to Eternity oleh Rhapsody of Fire
hingga This is The Life karya Dream Theater
dari Fader Vaar oleh Vaakevandring
hingga Sleeping Sun karya Nightwish

tersenyumlah di hari aku pergi
sebab sebuah kehidupan telah selesai dirayakan
dan kehidupan yang lain masih harus diteruskan
rayakanlah kehidupan ini
jangan tangisi, jangan ratapi
walau hidup penuh tragedi

28 Oktober 2012
Padmo Adi

Comments