SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

TANAH SUCI

TANAH SUCI

Tanah Suciku
bukan Arab
bukan Kanaan
bukan Vatican
bukan Hindhustan
bukan Persia
bukan pula Tiongkok

Tanah Suciku
adalah Garudadwipa
adalah Indonesia
adalah Surakarta

di sanalah aku lahir dari rahim ibuku
di tanah itu ketuban yang menyelimutiku tumpah
di tanah itu ari-ari bungkusku ditanam
di sanalah keringatku menetes dan bersatu dengan tanah
menjadi padi
menjadi kebijaksanaan abadi
menjadi puisi
menjadi doa-doa syukur

Di dalam darahku mengalir darah ksatria
mengalir pula darah pujangga merdeka
yang melebur bersama darah petani desa
Dan, inilah perutusanku...
menjaga Tanah Suciku
menjaga Tanah Moyangku
hingga kelak aku kembali
ke pelukan rahim ibu pertiwi

Surakarta, 02 Oktober 2012
Padmo Adi 

Comments