PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

NATAL KALI INI

NATAL KALI INI

*untuk anak-anak SD Kanisius


Natal kali ini tidak akan ada pohon cemara dengan lampu-lampunya
sebab di sudut lain dunia ini banyak keluarga melewatkan malam dalam gulita
Natal kali ini tidak akan ada kado mainan dari Santa Klaus yang bijaksana
sebab di sudut lain dunia ini banyak anak menghabiskan masa kecil dengan kerja


Yesus, Tuhanku, seorang Yahudi yang lahir di Bethlehem, kota Palestina
Yesus datang menawarkan damai dan cinta serta penghormatan manusia
Kelahiran-Nya diwarnai Herodes dengan kematian tragis bayi-bayi Palestina
dan ke Mesir, kota Firaun itu, Yesus mengungsi bersama ayah dan ibunya


Dari Mesir Yesus pulang ke Israel, ke Nazareth di Galilea
untuk belajar, merenungi kebijaksanaan klasik, dan berdoa
Kelak Dia turun ke Yudea mengajarkan damai dan cinta
ketika para manusia sudah lupa cara menghormati sesama


Maka, natal kali ini tidak akan ada kemabukan dan pesta pora
semuanya dibingkai dalam kebahagiaan dan syukur sederhana
karena kami masih hidup dan dapat berkumpul dengan keluarga
Tak lupa pula rasa setia kawan terhadap sesama yang menderita


Dan, natal kali ini kami memohon kepada Santa Klaus yang bijaksana
agar hadiah mainan yang kami minta diberikan pada anak yang papa
Serta berdoa kepada Tuhan agar dibimbing dalam belajar dan berkarya
sehingga dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama manusia


22 November 2012
Padmo Adi

Comments