SATU OKTOBER

  SATU OKTOBER   40 HARI | 135 KORBAN JIWA | 6 TERSANGKA Dua ratus sembilan belas atau seratus dua lima Yang jelas, kami bukan cuma angka! Kami adalah para pecinta Datang ke Kanjuruhan bawa harapan Bersama keluarga, anak-anak, dan sahabat Mendukung para pahlawan kami yang hebat   Gas air mata yang polisi tembakkan di Kanjuruhan Membuat air mata ibu kami berguguran Mayat-mayat kami adalah korban keserakahan Bagi cukong-cukong yang otaknya cuma cuan, Kami hanya dipandang satu tiket satu goban Bukan nama yang punya cerita dan masa depan   Usut! Usutlah! #USUTTUNTAS! Kalian harus jaga solidaritas! Kita ini pecinta, bukan komoditas! Cinta hal yang sama: sepak bola demi peradaban Satu Oktober punya makna beda tahun depan Itu hari akan jadi hari damai dan persaudaraan!   Kini, doakanlah kami... Selalu kenangkanlah kami... Kanjuruhan satu Oktober Adalah #KanjuruhanDisaster Jangan lagi terulang... Kami telah pulang.   Malang, 03 Oktobe

BERUBAH MENJADI WAJAHMU

BERUBAH MENJADI WAJAHMU

Kuambil sepiring nasi
lengkap dengan sayur
serta tempe sebagai lauknya
lalu menyalakan televisi kembali
sekadar sambilan aku makan

Namun, segera kumatikan kembali
Kali ini bukan karena muak dengan berita
tapi aku mengutuki diriku yang mungkin gila
Wajah news anchor itu berubah menjadi wajahmu

(Haruskah aku berlari memeluk televisi itu?
atau membeli pulsa dan segera meneleponmu?
atau kembali menempuh 500 kilometer berikutnya?)


*untuk Kartika Indah Prativi
30 Januari 2013
Padmo Adi

Comments