SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Cerita tentang Seorang Perempuan Tua yang Kalian Kenal

Cerita tentang Seorang Perempuan Tua yang Kalian Kenal
*untuk adik-adikku
Dewi, Gangga, Hendy, Hendry, David, Dian, Nando, Reza, Putri

Adik-adikku,
aku memiliki sebuah cerita untuk kalian
tentang perempuan tua di usia senjanya

Perempuan tua itu selalu bangun pukul lima
lalu berdoa Bapa Kami dan Salam Maria
Melihat cucu lelakinya yang baru saja tidur
lalu terbungkuk-bungkuk berjalan ke dapur

Kaki-kaki tuanya masih cukup perkasa
menemaninya menanak nasi di pagi hari
mencuci baju bersama anak sulungnya
mencuci piring dan memasak sayur hari ini

Sambal goreng perempuan tua itu tiada duanya
Restoran mahal di manapun tak memiliki resepnya
Kalian bisa melahap banyak nasi jika memakannya
Apa lagi jika bandeng goreng telur jadi lauknya

Di usianya yang senja,
masih saja dia menyimpan cerewet seorang ibu
Akan tetapi, dia begitu rendah hati dan bijaksana
Pernah dia menasehati cucu lelakinya itu,
diakhiri dengan berkata,
“Memang kamu lebih pintar dari aku.”

Perempuan tua itu tak lain adalah nenek kita
Dari rahimnyalah orang tua kita ada
Dialah moyang kita yang hidup
Setiap pagi berarti makin senja dia... semakin renta
Namun, masih saja dia bangun pagi dan berdoa
lalu tertatih menuju ke dapur untuk kembali menanak

Setiap dari kita pernah dicerewetinya
tapi, ketahuilah, itu adalah cerewet seorang ibu
yang menginginkan yang terbaik untuk kita
Maka, ada baiknya kita cukup berkata ‘iya’
walau dalam hati kita berkata ‘itu kuno!’
Nenek sadar, pandangan hidupnya telah dimakan zaman
Tetapi, apa salahnya mendengarkan kebijaksanaan tua?

Usianya telah senja
Setiap pagi berarti makin senja dia... semakin renta
Sudah selayaknya dia bahagia
Menjalani hari-hari tuanya dengan senyum melihat kita

tepi Jakal, 28 Agustus 2013

Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments