SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

Kepada Perempuan


Tahukah engkau, wahai perempuan
bahwa kaubegitu menawan...
menawan hati dan pikiran
sehingga memaksaku untuk mengatakan...
‘aku cinta’?

Tapi, tahukah engkau, wahai perempuan
kata cinta yang kuucapkan kepadamu itu
dan yang kausambut dengan ‘ya’ dari bibirmu
bisa jadi adalah kesepahaman kautunduk padaku?
Engkaupun melakukan segala sesuatu
untuk membuatku tetap bergairah kepadamu
Gincu merah itu
Lulur mandi itu
Lingerie merah muda itu
Dan, di atas ranjang ini
kaubuat aku seakan-akan tunduk padamu
tanpa kausadari akulah yang telah menguasaimu

Sebagai lelaki
aku akan senang melihat perempuan cantikku hamil
lalu dengan bangga berkata pada dunia
bahwa akulah yang telah menghamilimu!
Aku akan senang memamerkanmu kepada teman-temanku
lalu dengan bangga berkata pada mereka
bahwa perempuan cantik itu adalah biniku!

Ah... perempuan...
aku bisa melakukan itu semua tanpa kausadari!
Lalu meninabobokanmu dengan kata ‘cinta’
sembari berbisik di telingamu ‘kau ayu’

Perempuan...
Perempuanku...
aku tidak ingin melakukan itu semua
Cinta tanpa rasa hormat adalah palsu!
Memang, sebagai lelaki aku sulit memahamimu,
kau yang begitu berbeda denganku
Itulah mengapa aku sering salah memperlakukanmu
dan menempatkanmu ke dalam cara pandangku
Sekarang, aku akan duduk diam...
mendengarkanmu menarasikan dunia
dari sudut pandang perempuanmu.

tepi Jakal, 27 Agustus 2013

Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments