PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

APA PUISI?

APA PUISI?

Apa tugas sebuah puisi?

Membariskan kata tanpa makna
yang adalah tubuh tanpa roh
sehingga bisa kita rasuki sekehendak saja?

Atau
Sebuah pamflet dan orasi untuk memaki
presidenmu yang banci?

Atau
Sebuah aforisme untuk menyajakkan
sebuah tesis filosofis?

Atau
Memberi ruang
dan waktu
bagi perasaan-perasaan kalbu?

Mungkin semua ya
Mungkin semua tidak

Atau...

06 Februari 2010
Padmo "Kalong Gedhe" Adi


Comments