SATU OKTOBER

  SATU OKTOBER   40 HARI | 135 KORBAN JIWA | 6 TERSANGKA Dua ratus sembilan belas atau seratus dua lima Yang jelas, kami bukan cuma angka! Kami adalah para pecinta Datang ke Kanjuruhan bawa harapan Bersama keluarga, anak-anak, dan sahabat Mendukung para pahlawan kami yang hebat   Gas air mata yang polisi tembakkan di Kanjuruhan Membuat air mata ibu kami berguguran Mayat-mayat kami adalah korban keserakahan Bagi cukong-cukong yang otaknya cuma cuan, Kami hanya dipandang satu tiket satu goban Bukan nama yang punya cerita dan masa depan   Usut! Usutlah! #USUTTUNTAS! Kalian harus jaga solidaritas! Kita ini pecinta, bukan komoditas! Cinta hal yang sama: sepak bola demi peradaban Satu Oktober punya makna beda tahun depan Itu hari akan jadi hari damai dan persaudaraan!   Kini, doakanlah kami... Selalu kenangkanlah kami... Kanjuruhan satu Oktober Adalah #KanjuruhanDisaster Jangan lagi terulang... Kami telah pulang.   Malang, 03 Oktobe

Pesan Terakhir untuk Pacarku

Pesan Terakhir untuk Pacarku

Hidup ini indah, Sayang
dan terlalu berharga untuk tidak diperjuangkan
Cobalah diam dan biarkan matamu terpejam
Syahdu hati bernyanyi melantunkan lagu rindu

Itulah syair rindu yang akan menuntunmu
dan mengantar kepada kepenuhan kebahagiaan
yang layak untuk terus diperjuangkan
hingga hidup bermakna bahkan mengubah dunia

Maka, padamu kupinta, Sayang
jangan bunuh itu janin
mungkin dia anti-Lenin
jangan bunuh meski ingin kausangkal
mungkin dia juga antikapital

Kelak dia akan meneruskan usaha kami
mencari Jalan Ketiga bagi bangsa kita yang menderita
Dia akan meneruskan usaha kami
mengobarkan api revolusi atas ketimpangan masal ini

Meski kita belum menikah
Meski kita takkan pernah menikah
Sayang

tepi Jakal, 09 Maret 2009

Padmo Adi

Comments