DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS

DI TEPI BRANTAS AKU DUDUK DAN MENANGIS   Gapura Besar sisi barat kota Surakarta. Foto dokumentasi pribadi. Surakarta... Surakarta... izinkan aku mengirimkan rinduku padamu... lewat kurir atau tukang pos... atau mungkin sekadar lewat Whatsapp Story . Kapan-kapan nanti aku kembali naik jip tua. Tolong jangan engkau tutup warung rica-rica! Surakarta... bagiku engkau adalah Mekkah atau Yerusalem atau Roma... bengawanmu adalah Sungai Gangga ... adalah Sungai Yordan tempat Yochanan membaptis Yashua! Aku tidak peduli bahwa para ningratmu rebutan kuasa hampa... aku pun tidak peduli bahwa di dalammu kini bersembunyi pria Sala yang pernah berkuasa... lalu pagar rumahnya menjelma tembok ratapan tempat orang berziarah mengunggah asa dan doa... selama engkau membuka warung rica-rica, aku akan senantiasa pulang kembali ke pelukanmu, Surakarta. Sebab, aku percaya bahwa sate jamumu lebih bergizi daripada makan siang basi yang disantap siswa-siswi. Gizi macam apa yang bisa diharapkan dari boga ...

SAMPAIKAN PADA IKA

SAMPAIKAN PADA IKA

Sampaikan pada Ika
aku belum bisa pulang
walau rindu meradang

Ya, masih aku kenang
kala mata beradu pandang
dan kami berpagut sayang

Waktu membeku
tak lekas berlalu
menyelami samudera asmara

Menggelora
tapi damai terasa
hingga di dasarnya
kami Ada

Rindu masih meradang
tapi sampaikan pada Ika
aku belum bisa pulang
untuk kembali mengulang

Tepi Jakal, 29 Oktober 2010

Kalong Gedhe

Comments