ICOLLEC FIB UB

  International Conference on Language, Literature, Education, and Culture (ICOLLEC) 2021 Virtual Conference Faculty of Cultural Studies - Universitas Brawijaya “The Dynamics of Language, Literature, Education, Art, and Culture  of a Changing Society in The Age of Disruption” 🎤 SPEAKERS 1. Prof. Dr. Bernard Arps - Leiden University 2. Prof. Dr. Sharmani Patricia Gabriel - Universiti Malaya, Malaysia 3. Prof. Hsueh-Hua Chuang - National Sun Yat-sen University, Taiwan 4. Prof. Hisanori Kato - Chuo University, Japan 5. Dr. Dag Yngvesson - University of Nottingham, Malaysia 6. Dr. Hipolitus Kristoforus Kewuel - Universitas Brawijaya 🗓️ International Conference: 9-10 October 2021 🗓️ Important Date 1. Abstract submission is extended until 05 September 2021 2. Notification of abstract acceptance is extended until 20 September 2021. 3. Payment deadline: 30 September 2021 4. Full paper: 8 October 2021 5. International conference: 9-10 October 2021 6. Notification of fullpaper for proceeding:

Dua Wajah


Dua Wajah

Kalau kausimpan sejenak motormu,
lalu berjalan kaki, menyusuri jalan,
perempatan kota, dan tikungan di pedalaman,
atau sekadar naik bus, angkot, dan kereta
kauakan menjumpai barisan wajah-wajah

Ada cerita di balik wajah itu.
Ada drama, ada tragedi.
Ada romantika, ada komedi.
Wajah itu memiliki kisah sendiri-sendiri.

Namun, tak jarang kisah itu sembunyi
di balik roman muka dingin tanpa emosi.
Seakan tak ada yang terjadi
dan akan baik-baik sajalah esok hari.
Padahal, ketika kautatap wajah itu dengan jeli,
ada sebuah garis besar pemiskinan di negeri ini.

Namun, di sisi lain, pada suatu titik tertentu
kita perlu melampaui struktur, dan melihat pribadi.

Masih ada mental inlander yang bikin minder.
Hanya berhenti pada menjual iba kepada sesama.
“Seikhlasnya,” begitu pintanya.
Dan, ketika “seikhlasnya” itu diberikan,
bukan senyum ramah seperti sewaktu meminta,
melainkan sebuah gerutu kekecewaan.

Itulah dua wajah kemiskinan kita.
Satu sisi kita memang dipermiskin keadaan.
Namun, di sisi lain kita malah manja dalam kemiskinan
menjual-jual iba
tapi enggan bersyukur
juga lupa semboyan “berdikari”!

Berdikari itu memang menguras daya, Bung.

Malang, 30 November 2013
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments