GATOTKOCO

 GATOTKOCO * *Dimuat dalam buku kumpulan Puisi Menolak Korupsi #10 MBGendam Aku melihat seorang aki-aki menari dia tergila-gila ingin tinggal di istana Dijanjikannya makan pesta tiap hari semua turut menari dan bergembira Dikabulkanlah renjana yang sudah menahun Dia kelilingi dirinya dengan para pria rupawan Dibelinya segala mainan perang-perangan Dia kira dia macan yang bikin orang tertegun Oh... lihat! Lihatlah! Aki-aki itu bicara besar diselingi nyinyir bibir nyenyenye lalu berteriak, "Hidup Pria Solo!" kemudian meradang, "Hai, (p)antek-(p)antek asing!" Aih... lihat! Lihatlah! Ribuan anak muntah habis makan nasi jatah Serambi Mekah masih diselimuti lumpur basah Sembilan belas juta tak jua terbuka Tujuh belas trilyun demi gabung Bangsa Wahyu 2:9 Ribuan orang dibatalkan giliran cuci darah Dan... uh... lihat! Lihatlah! Ada bocah akhiri diri tak punya ceban untuk buku Hongib tega lindas mati pemuda pekerja berjaket hijau Ndhas Kothak dapat jatah jaga proyek bangun k...

Tempe Goreng Berdarah

Tempe Goreng Berdarah
*kepada Vina Rete

Setiap kali aku makan tempe goreng
setiap kali pula aku harus meminta maaf
kepada suku anak dalam
kepada orang-orang dayak
bahkan juga kepada orangutan

Sebab...
tempeku digoreng dengan minyak
yang perkebunannya disuburkan
dengan darah mereka semua!
Para manusia sederhana
serta hewan tak berdosa

Pada setiap gigit renyah tempe goreng itu
menetes darah
melumuri ini wajah
merah

Surakarta, 21 Desember 2013
Padmo Adi

Comments

Post a Comment