SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Anak Seorang TKI

Anak Seorang TKI

(disadur dari lirik lagu Children - Orphaned Land)

Aku sendiri di sini
Segala yang kutahu lenyap pergi
Dan aku tak ingin mati
Apa yang akan kualami?
Apakah aku ditakdirkan jadi piatu?
Korban lain yang penuh pilu?

Bagaimana mungkin kita bisa hidup dengan kengerian yang kita bawa ke dunia ini?
Apa yang sebenarnya telah membutakan mata kita sehingga kita tersesat kini?

Tiada yang tersisa dalam ruang kosong ini
Ruang di mana dulu pernah kutinggali
Bu, mengapa kautinggalkan kami
            jadi TKI dan mati di Saudi?
Pak, mengapa kita harus berjuang demi hidup ini?
Haruskah kualami yang kaualami
hidup dan mati sebagai kuli?

Bagaimana mungkin kita bisa hidup di dunia di mana hidup adalah perkara jual beli?

disadur oleh Padmo Adi

Comments