SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

EMPAT SAJAK KETIKA MABUK

EMPAT SAJAK KETIKA MABUK

Aku Tak Bisa Tidur
Aku tak bisa tidur
di saat seharusnya aku sudah mendengkur!
Aku tak ingin merusak segala sesuatu yang sudah
            ditata dengan baik dan sesuai letak.
Keparat! Seharusnya aku tidak minum.
Kini aku bangun sendiri. Menjaga mereka yang
            lelap mendengkur kebanyakan minum.
Aku dengan mabuk merangkai puisi
sembari menjaga teman-temanku
dan ditemani segelas air putih
untuk mengundang kembali kesadaranku.
Oh Freud... Oh Lacan...
akankah aku sadar lagi?

Serigala Malam
Ketika air-air surga menghujan,
para serigala melolong
berlarian
menyalak.
Kini aku sadar.
Entah apa aku akan ingat esok hari.
Esok? Ini sudah esok!!!
Tidak... tidak... aku akan tenang
            menjaga mereka,
teman-teman yang kucinta.

Liar
Sesekali waktu kubiarkan ketidaksadaranku
            merajaiku.
Aku terus berjuang.
Bergulat di antara kesadaran dan ketidaksadaranku.
Tapi aku harus menjaga teman-temanku yang mabuk.
Temanku pergi. Pulang meninggalkan kami.
Kuharap dia baik-baik saja.
Kuharap dia baik-baik saja.
Baru kali ini aku kehilangan kesadaranku.
Lihatlah... bahkan tulisanku tak dapat
            dibaca.
Tapi aku masih setia bangun.
Menjaga lelap teman-temanku yang rubuh.
            Keparat adalah kata yang paling puitik.

Masih Harus
Aku masih harus pulang.
Tapi aku mabuk.
Dan kesadaranku, entah ke mana.
Aku hanya bisa memantaunya dari kejauhan.
Kuharap, teman-temanku baik-baik saja.
Sementara aku menjaga mereka
sembari memanggil kembali kesadaranku.
Yogyakarta 27 Januari 2014
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments