SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM

SEBUAH BINTANG JATUH DI ATAS MAKAM * kepada N   Sebuah bintang jatuh di atas makam, pusara ayahnya jadi bunga yang segera layu remuk   dia dihancurkan rayu menawarkan cinta palsu oleh yang berseragam sang idaman mertua yang seharusnya menjaga tapi malah justru memperkosa melecehkan menghamili tanpa persetujuan dan tanpa pertanggungjawaban lalu membuatnya membunuh benihnya sendiri berkali-kali   yang melahirkan kebudayaan dipaksa mengugurkan janinnya demi kehormatan seseorang berseragam   dari atas makam itu api amarah bergelora membakar neraka membakar surga bumipun berkobar yang maya membara   keadilan diteriakkan seragam cokelat koyak jadi warna jingga di balik rangka baja   tapi kisah ini hanya simptom saja dari suatu kengerian yang terlanjur membanal   Jangan hanya menutupi vagina dengan dalih melindunginya Lalu menyalah-nyalahkannya ketika terluka. Tapi justru kita perlu memberadabkan penis-penis

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Aku tidak selalu merokok
Namun, jika aku merokok,
kupastikan itu tembakau asli
            dari tanah Nusantara
            dengan cengkeh tentu saja

Ini, kubawa sekeresek alusan
            dan sigaret
            beserta beberapa bungkus cengkeh
Tapi tak kunjung juga aku merokok
selalu saja gagal aku melintingnya

Angin sepoi-sepoi berhembus
            menertawakanku
Hadir di hadapanku gadis jelita
Tersenyum geli, diambilnya lintingan gagalku
Dengan lembut dilintingnya sigaret itu
Melirik kepadaku, dijilatnya di ujung
            lalu direkatkan dan diserahkan kepadaku
“‘Kau itu laki-laki, melinting saja tak bisa,” ejeknya

“Justru itu,” jawabku, “supaya aku bisa selalu
menghampirimu
setiap kali aku ingin melinting
tembakau alusan nusantara
            bercengkeh ini,” aku menggoda

“Tidak kaubeli saja rokok Amerika itu?” tanyanya
“Ah, hanya menjajah saja...
Lagi pula itu tembakau Amerika tak punya rasa.
            Juga tidak dijilat olehmu... ,”
                        aku terus menggoda

Gadis itu tersipu
Lalu lenyap jadi asap
Gadis itu bernama
“Angin Sepoi-sepoi”

tepi Jakal, 16 Maret 2014
Padmo Adi

Comments