TUHAN YANG TERSALIB PADA SALIB MERAH

  TUHAN YANG TERSALIB PADA SALIB MERAH   Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di atas tanah Papua. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan pada belantara hangus Kalimantan. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan bersama badak, gajah, macan, dan orangutan. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di samping anak-anak sekolah yang keracunan makanan. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di Kanjuruhan bersama 135 Aremania. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di tengah Malioboro lalu dimaki akamsi, "Kamu KTP mana?!" Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di samping koperasi merah-putih di mana para prajurit membuang undi atas jubah. Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di hadapan orang-orang Kristiani yang omong, "Jangan bawa Tuhan untuk protes demo di jalan!" Tuhan yang tersalib pada salib merah disalibkan di antara Thamrin dan Sudirman. Tuhan yang tersalib pada salib mer...

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Gadis Itu Bernama “Angin Sepoi-sepoi”

Aku tidak selalu merokok
Namun, jika aku merokok,
kupastikan itu tembakau asli
            dari tanah Nusantara
            dengan cengkeh tentu saja

Ini, kubawa sekeresek alusan
            dan sigaret
            beserta beberapa bungkus cengkeh
Tapi tak kunjung juga aku merokok
selalu saja gagal aku melintingnya

Angin sepoi-sepoi berhembus
            menertawakanku
Hadir di hadapanku gadis jelita
Tersenyum geli, diambilnya lintingan gagalku
Dengan lembut dilintingnya sigaret itu
Melirik kepadaku, dijilatnya di ujung
            lalu direkatkan dan diserahkan kepadaku
“‘Kau itu laki-laki, melinting saja tak bisa,” ejeknya

“Justru itu,” jawabku, “supaya aku bisa selalu
menghampirimu
setiap kali aku ingin melinting
tembakau alusan nusantara
            bercengkeh ini,” aku menggoda

“Tidak kaubeli saja rokok Amerika itu?” tanyanya
“Ah, hanya menjajah saja...
Lagi pula itu tembakau Amerika tak punya rasa.
            Juga tidak dijilat olehmu... ,”
                        aku terus menggoda

Gadis itu tersipu
Lalu lenyap jadi asap
Gadis itu bernama
“Angin Sepoi-sepoi”

tepi Jakal, 16 Maret 2014
Padmo Adi

Comments