PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

Bukan Salahmu

Bukan Salahmu

Perempuan...
serapat apapun engkau menyembunyikan tubuhmu,
takkan menghalangi bangkitnya hasratku.
Sebab,
hasratku tidak berasal dari tiap sudut tubuhmu,
tetapi terbit dari diriku yang retak ini.

Hasrat itu menyelinap
di sesela retakan diriku,
mengucur,
muncrat
pada tubuhmu...
hingga seolah-olah berasal dari sana.

Terkadang,
muncratannya kujadikan cat warna...
dan dengan kuas kulukis wajahmu
pada kanvas di rongga jiwaku.

@KalongGedhe
#lacaniantheoryinpoetry

Comments