SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Bukan Salahmu

Bukan Salahmu

Perempuan...
serapat apapun engkau menyembunyikan tubuhmu,
takkan menghalangi bangkitnya hasratku.
Sebab,
hasratku tidak berasal dari tiap sudut tubuhmu,
tetapi terbit dari diriku yang retak ini.

Hasrat itu menyelinap
di sesela retakan diriku,
mengucur,
muncrat
pada tubuhmu...
hingga seolah-olah berasal dari sana.

Terkadang,
muncratannya kujadikan cat warna...
dan dengan kuas kulukis wajahmu
pada kanvas di rongga jiwaku.

@KalongGedhe
#lacaniantheoryinpoetry

Comments