SATU OKTOBER

  SATU OKTOBER   40 HARI | 135 KORBAN JIWA | 6 TERSANGKA Dua ratus sembilan belas atau seratus dua lima Yang jelas, kami bukan cuma angka! Kami adalah para pecinta Datang ke Kanjuruhan bawa harapan Bersama keluarga, anak-anak, dan sahabat Mendukung para pahlawan kami yang hebat   Gas air mata yang polisi tembakkan di Kanjuruhan Membuat air mata ibu kami berguguran Mayat-mayat kami adalah korban keserakahan Bagi cukong-cukong yang otaknya cuma cuan, Kami hanya dipandang satu tiket satu goban Bukan nama yang punya cerita dan masa depan   Usut! Usutlah! #USUTTUNTAS! Kalian harus jaga solidaritas! Kita ini pecinta, bukan komoditas! Cinta hal yang sama: sepak bola demi peradaban Satu Oktober punya makna beda tahun depan Itu hari akan jadi hari damai dan persaudaraan!   Kini, doakanlah kami... Selalu kenangkanlah kami... Kanjuruhan satu Oktober Adalah #KanjuruhanDisaster Jangan lagi terulang... Kami telah pulang.   Malang, 03 Oktobe

Para Tuhan Kita


Para Tuhan Kita

adalah orang yahudi yang pindah ke eropa jadi bule di sana...
adalah orang india yang sering ngegym hingga kekar tubuhnya...
adalah orang arab yang tak sudi digambarkan wajahnya, meski hanya sketsa saja...

mungkinkah Tuhan berkoteka?
mungkinkah Tuhan menatto tribal tubuhnya dan berburu di hutan-hutan kalimantan?
mungkinkah Tuhan menanam padi di sawah, bukan anggur, hingga punggungnya mengkilap hitam?
mungkinkah Tuhan memukul tifa?

Benarkah kita diciptakan segambar dengan Tuhan,
ketika gambaran kita akan Tuhan begitu berbeda dari kita... orang nusantara?

Mungkin memang tak ada yang asli ditanah ini...
juga Tuhan.

13 Juni 2014
Padmo Adi (@KalongGedhe)

Comments