PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

Tersesat

Tersesat

Ini kepala penuh kata.
Di sisi, banyak buku tumpah.
Namun, kata tak kunjung menjelma kalimat.
Aku tersesat...
            tersesat pada lautan penanda
            tersesat pada samudera ide yang mendera.
Menulis tidak semudah berbicara.

Beri aku sebatang kretek,
atau temani di Ruang PKI*
            malam ini.

kepada mereka yang tengah menulis skripsi dan tesis
23 April 2014
Padmo Adi

*sebuah ruangan yang terletak di lantai 2 gedung pascasarjana Universitas Sanata Dharma

Comments