SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

Yesus Seorang Eropa


Yesus Seorang Eropa

Yesus, pemuda Desa Galilea
            seorang Yahudi dia
            “encik” kalau aku boleh berkata.
Yesus mati dengan cara Roma
            dibawa hingga ke Eropa
            maka jadi Eropa dia
Kulit cokelatnya jadi putih
            pipinya pun kemerah-merahan
            walau rambutnya tetap cokelat ikal.
Yesus dibawa ke Nusantara
            oleh para petualang Eropa
            sampai di Jawa
            dia tetap Eropa
            dia tak sanggup jadi Jawa.
Udik!

pascapaskah, 23 April 2014
Padmo Adi

Comments