SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA”

    SAMBUTAN KETUA PELAKSANA PKKMB FIB UB TERAS BUDAYA 2025 Pembukaan PKKMB “Teras Budaya FIB UB 2025 – ARUNA KARSA” Lapangan Parkir Atsiri UB. Kamis, 14 Agustus 2025 PKKMB Teras Budaya FIB UB 2025 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu, Berkah Dalem, Yang saya hormati: Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Para Ketua dan Sekretaris Departemen,  Ketua Program Studi, pimpinan unit dan tenaga kependidikan FIB Segenap Dosen dan Tendik FIB Seluruh panitia pelaksana Teras Budaya 2025 Dan yang saya kasihi, mahasiswa baru Fakultas Ilmu Budaya, ARUNA KARSA 17 . Selamat pagi! Pada pagi hari ini layak kita mengucap syukur kepada Tuhan yang Mahaesa, sebab kita masih diberi rahmat kesehatan dan berkat kehidupan, sehingga kita sepagi ini dapat berkumpul di lapangan parkir Atsiri, untuk menjalani giat PKKMB Teras Budaya 2025. Tatkala Kaprodi saya, Mas Doni, memberi tahu bahwa saya telah dipili...

Bukan Puisi Esai

Bukan Puisi Esai
*kepada Denny JA, Bajingan!!!

Ini puisi bukan puisi-esai
bukan karena aku tak mau memberi catatan kaki
atau juga karena ini bukan puisi narasi
bahkan bukan karena aku ingin bikin puisi-skripsi
Namun, karena aku belum mau melampaui
apa yang disebut puisi
dan apa yang disebut esai
Sebab, esai bukan semata perkara catatan kaki

Ini adalah puisi
untuk mengutuk-sumpahi
orang yang mengaku
salah satu dari tiga puluh tiga
sastrawan paling berpengaruh
di negeri Indonesia
sejak awal abad kedua puluh

Pengusaha dia
Banyak uangnya
Konsultan politik pula
Aih... kapitalis sempurna


Denny JA,
Bajingan!!!
Kaubuat lima puisi
Puisi esai kaunamai
Belum juga itu dikritisi
juga belum ada satu dekade kini
kautahbiskan diri...
jadi sastrawan paling berpengaruh di negeri ini

Denny JA,
Bajingan!!!
Kaubayar itu sastrawan-satrawan tua
hingga sudi jadi pelacur
yang menjilat kaupunya pantat
Menjual puisi demi uang sepuluh juta
Menjual sastra demi uang yang kaubawa
Kaupikir estetika bisa diukur dari uangmu?
Kaupikir sastra bisa dinilai dari kapitalmu?

Denny JA,
Bajingan!!!
Jikalau ini adalah keniscayaan,
bahwa kauharus dicatat di dalam sejarah sastra
sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia sastra,
maka dengarkanlah aku!!!
Aku, Padmo Adi, penyair,
Bapa Langit dan Ibu Bumi saksiku
Kupastikan kauakan dicatat di dalam sejarah sastra
sebagai seorang kapitalis bajingan,
yang membeli estetika dengan uang
dan yang telah mengencingi Sastra Indonesia
Kupastikan kauakan dicatat,
sebagai seorang bajingan yang berpengaruh buruk!!!

Hai anak-cucuku...
dengarkan seruanku!
Denny JA,
Bajingan!!!
Anak-cucuku,
ingat-ingatlah ini!
Denny JA,
Bajingan!!!

Bundaran UGM, 26 Oktober 2014
Padmo Adi

Comments