MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

Mazmur 23 Seorang Pengendara (TUHAN adalah Road Captain-ku)

Mazmur 23 Seorang Pengendara (TUHAN adalah Road Captain-ku)

Izinkanlah aku mendengarmu mendaraskan mantra itu lagi... supaya hatiku tenang... supaya hatiku tenang.


23:1 TUHAN adalah Road Captain-ku, takkan tersesat aku.
23:2 Ia mengajak aku touring ke padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
23:4 Sekalipun aku berkendara melewati Alas Roban di malam hari, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; suara knalpot-Mu dan kode tangan-Mu, itulah yang menghibur aku.
23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan berkendara bersama TUHAN sepanjang masa.

Comments