PESTA SUNYI OLIGARKI

  PESTA SUNYI OLIGARKI   Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto. Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati B anyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai   Sementara itu di jalanan-jalanan kota, aku melihat wajah-wajah oligarki menjual diri pada baliho-baliho besar-besar sembari menulis nama lengkap dan empat angka : 2024   Aku ingin meludah ! Di saat kita dilanda nestapa... bernapas tak bisa, perut juga meronta! Aku ingin muntah ! Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala... pergi keluar mati dicekik korona tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada   Kita ditinggalkan mati sendiri

HUJAN SALATIGA

HUJAN SALATIGA

Hujan Salatiga
Hawa dingin
Lampu gemerlapan
Ada cinta tinggal cerita

Di Salatiga
Aku pernah tinggal
Numpang tidur di Cemara
Ada cinta tinggal cerita

Dulu ada cinta
Maria namanya
Dingin hawa Salatiga
Ada cinta tinggal cerita

Hujan Salatiga
Seperti renjana muda
Remajaku habis
Ada cinta tinggal cerita

Tingkir, Salatiga, 19 Desember 2016
Padmo Adi

Comments