GATOTKOCO

 GATOTKOCO * *Dimuat dalam buku kumpulan Puisi Menolak Korupsi #10 MBGendam Aku melihat seorang aki-aki menari dia tergila-gila ingin tinggal di istana Dijanjikannya makan pesta tiap hari semua turut menari dan bergembira Dikabulkanlah renjana yang sudah menahun Dia kelilingi dirinya dengan para pria rupawan Dibelinya segala mainan perang-perangan Dia kira dia macan yang bikin orang tertegun Oh... lihat! Lihatlah! Aki-aki itu bicara besar diselingi nyinyir bibir nyenyenye lalu berteriak, "Hidup Pria Solo!" kemudian meradang, "Hai, (p)antek-(p)antek asing!" Aih... lihat! Lihatlah! Ribuan anak muntah habis makan nasi jatah Serambi Mekah masih diselimuti lumpur basah Sembilan belas juta tak jua terbuka Tujuh belas trilyun demi gabung Bangsa Wahyu 2:9 Ribuan orang dibatalkan giliran cuci darah Dan... uh... lihat! Lihatlah! Ada bocah akhiri diri tak punya ceban untuk buku Hongib tega lindas mati pemuda pekerja berjaket hijau Ndhas Kothak dapat jatah jaga proyek bangun k...

HANYA MAKI!


HANYA MAKI!

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kemarahan ini menggumpal
Selalu menghantui bagai ajal

Ingin kupotong tenggorokan itu
Dan kucincang bibir lamismu
Sebab kata yang keluar hanya muka
tapi semuanya tiada yang terbuka

Sungguh aku ingin menulis puisi
Tapi yang kumiliki hanya maki
Kautak pernah anggapku ada
Bagimu tak pernah ada "kita"

Jika bukan karena gadis berkacamata
mungkin perkara akan runyam semata
Dan perutusan juga belum selesai
Belum ada alasan untuk menyeringai

Seumpama aku Ramawijaya
kucampakkan Sinta setelah kuterima
Sayang aku ini Dasamuka
Kujaga Sinta walau dia tak cinta

Sungguh... aku ingin menulis puisi
Tapi aku takut, yang keluar hanya maki!

10 April 2017
@KalongGedhe

Comments