MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

JOGJA... JOGJA...

JOGJA... JOGJA...

Jogja... Jogja... sampai kapan aku harus pergi kepadamu? Sampai aku harus membutuhkan passport untuk bisa melalui gapuramu? Atau, sampai aku menjalani upacara sia-sia itu?

Jogja... Jogja... haruskah aku kembali kepadamu? Turut serta menjejalkan motorku yang berbokong lebar itu di tengah-tengah kemacetanmu?

Jogja... Jogja... kauibarat mantan yang menua... yang menikah dengan sembarang lelaki mengingat usia yang tak lagi muda... lalu jadi makin cerewet dengan omong kosongmu, khas ibu-ibu PKK, karena tak bahagia. Tapi, masih saja aku membuka halaman facebookmu.

Jogja... Jogja... aku menangisimu sebagaimana halnya Isa menangisi Yerusalayim.

Surakarta Utara, 13 Februari 2018
Padmo Adi

Comments