MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU * kepada @miki_osanai ( 小山内 美喜 )     Lihatlah, Miki... mug yang kaudesain dengan gambar wajahku telah berisi burakku kohi ! Hidup nambah sehari   Apa yang buat orang terus bertahan tetap hidup walau tanpa makna dan nampak sia-sia? Lihat, Shinigami di malam hari terlihat lebih memesona   Bagaimana aku bisa mengajarkan cara berkata ya pada hidup pada semesta raya dengan segenap gairah, tawa, dan air mata, yang disuling jadi aforisma?   Hidup manusia palingan cuma delapan puluh keliling bumi putari matahari selebihnya sunyi hingga tinggal jagad raya menguap sendiri atau koyak-moyak atau balik mampat untuk kemudian mendentum lagi   Kita cukup beruntung boleh mengada pada ruang-waktu lalu berpuisi ada yang menyanyi ada yang menari ada pula melukis sepi tapi jangan mati jangan dulu mati sebelum delapan puluh kali bumi kelilingi matahari atau kala sel-sel

JOGJA... JOGJA...

JOGJA... JOGJA...

Jogja... Jogja... sampai kapan aku harus pergi kepadamu? Sampai aku harus membutuhkan passport untuk bisa melalui gapuramu? Atau, sampai aku menjalani upacara sia-sia itu?

Jogja... Jogja... haruskah aku kembali kepadamu? Turut serta menjejalkan motorku yang berbokong lebar itu di tengah-tengah kemacetanmu?

Jogja... Jogja... kauibarat mantan yang menua... yang menikah dengan sembarang lelaki mengingat usia yang tak lagi muda... lalu jadi makin cerewet dengan omong kosongmu, khas ibu-ibu PKK, karena tak bahagia. Tapi, masih saja aku membuka halaman facebookmu.

Jogja... Jogja... aku menangisimu sebagaimana halnya Isa menangisi Yerusalayim.

Surakarta Utara, 13 Februari 2018
Padmo Adi

Comments