SEMAKIN MALAM

  SEMAKIN MALAM *untuk Arjun   Semakin malam... Mari hadapi hidup, walau pahit. Tidak lagi lari atau cari-cari alasan. Ya, atau tidak sama sekali... selain daripada dua itu, bukan jalan Tuhan. Kalau lelah, berhenti, satu suapan dulu, satu tegukan dulu, dan satu ududan dulu. Lalu lanjut. Sampai jumpa.   06 Januari 2021 Padmo Adi Mampir makan, istirahat. Dokumen pribadi.

CINTA KITA SEDERHANA


CINTA KITA SEDERHANA


Cinta kita sederhana.
Orang tua kita merumitkannya.
Bapakmu muazin.
Bapakku prodiakon.
Ibumu pengurus WI.
Ibuku pengurus WKRI.

Ah ... aku suka jilbab birumu itu ...
mengingatkanku pada Sang Ibu.
“Salam Maria, doakanlah kami ...
... hingga waktu kami mati.”
“Dan sesungguhnya Allah itu ...
... Tuhanku dan Tuhanmu ... .”

Entah apa yang akan terjadi esok.
Aku mencintaimu kemarin dan kini.
Walau akhirnya kau tetap sujud ke Barat,
aku berlutut di hadapan Tabernakel Suci.

Cinta kita sederhana.
Dan, tragedi mengabadikannya.


Ngadirojo, 23 Mei 2019
Padmo Adi


Comments