MARIA GRAVIDA: Maria Kok Ngono?

  MARIA GRAVIDA Maria Kok Ngono?   Penampakan close up patung Maria Gravida. Dokumen pribadi. Salah satu contoh yang menarik pada fenomena hubungan agama dan seni adalah karya patung Maria Gravida. Karya tersebut menampilkan sosok Maria yang dalam keadaan hamil besar. Sebenarnya seni patung Maria Gravida bukanlah merupakan hal yang betul-betul baru; telah ditemukan seni patung Maria Gravida pada tahun 1400-an di Eropa. Namun demikian, patung yang menggambarkan perawan Maria tengah hamil besar itu adalah karya seni yang minoritas. Pada umumnya Gereja akan menggambarkan Bunda Maria sebagai seorang ratu (regina) yang gilang-gemilang. Pada beberapa karya, seperti patung Maria yang ada pada Gereja Lawang—Malang, Maria digambarkan sebagai sang Perempuan yang ada pada Kitab Wahyu. Baik Maria Regina ataupun Maria sebagai Perempuan Kitab Wahyu itu semua menggambarkan Maria yang “sukses” dan penuh kejayaan. Mudah bagi seorang Kristiani untuk berdevosi pada Maria yang menang itu. ...

CINTA KITA SEDERHANA


CINTA KITA SEDERHANA


Cinta kita sederhana.
Orang tua kita merumitkannya.
Bapakmu muazin.
Bapakku prodiakon.
Ibumu pengurus WI.
Ibuku pengurus WKRI.

Ah ... aku suka jilbab birumu itu ...
mengingatkanku pada Sang Ibu.
“Salam Maria, doakanlah kami ...
... hingga waktu kami mati.”
“Dan sesungguhnya Allah itu ...
... Tuhanku dan Tuhanmu ... .”

Entah apa yang akan terjadi esok.
Aku mencintaimu kemarin dan kini.
Walau akhirnya kau tetap sujud ke Barat,
aku berlutut di hadapan Tabernakel Suci.

Cinta kita sederhana.
Dan, tragedi mengabadikannya.


Ngadirojo, 23 Mei 2019
Padmo Adi


Comments