MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU * kepada @miki_osanai ( 小山内 美喜 )     Lihatlah, Miki... mug yang kaudesain dengan gambar wajahku telah berisi burakku kohi ! Hidup nambah sehari   Apa yang buat orang terus bertahan tetap hidup walau tanpa makna dan nampak sia-sia? Lihat, Shinigami di malam hari terlihat lebih memesona   Bagaimana aku bisa mengajarkan cara berkata ya pada hidup pada semesta raya dengan segenap gairah, tawa, dan air mata, yang disuling jadi aforisma?   Hidup manusia palingan cuma delapan puluh keliling bumi putari matahari selebihnya sunyi hingga tinggal jagad raya menguap sendiri atau koyak-moyak atau balik mampat untuk kemudian mendentum lagi   Kita cukup beruntung boleh mengada pada ruang-waktu lalu berpuisi ada yang menyanyi ada yang menari ada pula melukis sepi tapi jangan mati jangan dulu mati sebelum delapan puluh kali bumi kelilingi matahari atau kala sel-sel

KISAH LELAKI DI DALAM KOTAK LIMA INCHI

KISAH LELAKI DI DALAM KOTAK LIMA INCHI

Suatu hari kelak anak turunku akan membuka Sarang-Kalong.
Di sana mereka akan bertemu denganku...
sama seperti ketika aku bertemu Bapak pada buku hariannya...
sama seperti ketika aku bertemu Eyang Wareng pada museum Radya Pustaka.

Malang memang nasibku. Aku diceraikan dari Surakarta, walau aku ingin pulang ke sana, pasca-Salatiga, pasca-Ayodyakarta. Namun, dengan begitu, Surakarta menjadi jouissance yang hilang... Tanah Suci tempat naungan Fantasi.

...

Maka, kiranya genaplah tulisan ini:

“Bapak bagi bapak
adalah lelaki sepuh
dalam rumah tua di Kauman.

Bapak bagiku
adalah lelaki yang terbaring
di bawah batu marmer hitam.

Bapak bagi anakku
adalah lelaki
di dalam kotak lima inchi.”

Dokumen pribadi.

...

Malang memang nasibku.
Namun, jika aku boleh bernegosiasi,
suatu waktu nanti aku harus mengangsu,
izinkan aku menimba di bawah Ringin Soekarno lagi.

Malang, 23 Oktober 2019
Padmo Adi

Comments