MALAM MURAM MASIH PANJANG

MALAM MURAM MASIH PANJANG   Musikalisasi puisi dengan suno.com. Kala Kegelisahan melanda Kala Mala melumat purnama Bulan Separuh Bayang! Bawa ... Bawa ... Bawa ... seru orang-orang   Siapa yang tahan mendengarnya?! Kata-katanya membual lalu menyembur laksana bisa   Itu Rahu! Siapa yang tahu?!   Mereka pukul lesung bertalu Wulandari akan kembali Asura tinggal kepala saja Wisnu ada bersama kita   Jika asura itu akhirnya mati atau jatuh dan tergelimpang Cahaya Bulan meraja di bumi Malam muram masih panjang!   Tuhan ... kasihanilah kami ...   Malang, 01 Agustus 2026 Padmo Adi

KISAH LELAKI DI DALAM KOTAK LIMA INCHI

KISAH LELAKI DI DALAM KOTAK LIMA INCHI

Suatu hari kelak anak turunku akan membuka Sarang-Kalong.
Di sana mereka akan bertemu denganku...
sama seperti ketika aku bertemu Bapak pada buku hariannya...
sama seperti ketika aku bertemu Eyang Wareng pada museum Radya Pustaka.

Malang memang nasibku. Aku diceraikan dari Surakarta, walau aku ingin pulang ke sana, pasca-Salatiga, pasca-Ayodyakarta. Namun, dengan begitu, Surakarta menjadi jouissance yang hilang... Tanah Suci tempat naungan Fantasi.

...

Maka, kiranya genaplah tulisan ini:

“Bapak bagi bapak
adalah lelaki sepuh
dalam rumah tua di Kauman.

Bapak bagiku
adalah lelaki yang terbaring
di bawah batu marmer hitam.

Bapak bagi anakku
adalah lelaki
di dalam kotak lima inchi.”

Dokumen pribadi.

...

Malang memang nasibku.
Namun, jika aku boleh bernegosiasi,
suatu waktu nanti aku harus mengangsu,
izinkan aku menimba di bawah Ringin Soekarno lagi.

Malang, 23 Oktober 2019
Padmo Adi

Comments