SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

NATAL DI NEGERI KITA


NATAL DI NEGERI KITA

Natal di negeri kita
tidak ada penggembala
yang berlutut menghadap Anak Manusia
tapi banyak polisi dan gegana
yang berjaga-jaga di gereja-gereja

Natal di negeri kita
tidak ada domba, sapi, dan kambing
yang mengantri menyaksikan Anak Manusia
tapi banyak pasukan K-Nine dan para anjing
yang memeriksa isi tas orang hendak berdoa

Natal di negeri kita
tidak ada Majus membawa kotak persembahan
tapi seorang Banser NU berlari menjauhi gereja
membawa sebuah kotak, lalu meledak di kejauhan

Malam Natal, 24 Desember 2019
Padmo Adi

Comments