SEMAKIN MALAM

  SEMAKIN MALAM *untuk Arjun   Semakin malam... Mari hadapi hidup, walau pahit. Tidak lagi lari atau cari-cari alasan. Ya, atau tidak sama sekali... selain daripada dua itu, bukan jalan Tuhan. Kalau lelah, berhenti, satu suapan dulu, satu tegukan dulu, dan satu ududan dulu. Lalu lanjut. Sampai jumpa.   06 Januari 2021 Padmo Adi Mampir makan, istirahat. Dokumen pribadi.

PENANTIAN KEDATANGAN

PENANTIAN KEDATANGAN

Kekasih,
aku pergi takkan lama.
Penantianmu tidaklah sia-sia.
Aku akan datang kembali
lalu membawamu serta
pergi ke tempat yang telah kusiapkan
            bagimu, bagi kita.

Sebagaimana Anak Domba telah mati,
bangkit, lalu naik ke surga,
dan kita menanti kedatangan-Nya yang kedua,
demikianlah aku akan kembali kepadamu
lalu membawamu serta bersamaku
ke tempat yang telah dijanjikan Tuhan,
tanah terjanji yang kaya akan susu, telur, dan madu,
di mana kita akan membesarkan anak-anak kita.

Kekasih,
sebagaimana kita menanti kedatangan kedua Sang Anak Domba,
demikianlah aku menanti saat kembaliku tiba,
demikianlah juga hendaknya engkau menanti aku kembali.

Dalam cinta ada percaya.
Dalam percaya ada harapan.
Oleh karena harapan, cinta senantiasa jadi baru.
Tunggulah aku.

Malang, masa adven, 01 Desember 2019
Padmo Adi

Comments