SINTA

SINTA Pada waktu SMA dulu Guru Sastra Inggris kami mengajak kami menonton film berjudul Dead Poets Society . Ada kata-kata dari film itu yang hingga kini masih terngiang di kepalaku. Bahkan, kata-kata itu pernah menjadi motto hidupku sewaktu remaja. Carpe diem . Seize the day . Bagaimana ya menerjemahkannya dalam Bahasa Indonesia? “Jangan sia-siakan hari ini,” mungkin begitu ya? Pada waktu itu punya motto dalam bahasa asing, apalagi Bahasa Latin, rasanya keren. Aku bikin stiker skotlet bertuliskan “ CARPE DIEM ” dengan warna merah mencolok, lalu aku tempelkan pada bagian samping belakang motor bebekku. Sejujurnya, waktu itu aku tidak begitu paham apa maksud dari kata-kata tersebut. Mengapa kita harus seize the day , di saat hari-hari berjalan dengan lambat sekali; masih ada esok hari, bukan? Yah... aku memakainya semata-mata karena keren saja. Maklumlah, anak remaja yang masih mencari jati diri. Kalau orang tanya, apa motto hidupku, dengan bangga aku akan menjawab, “Carpe diem,” lalu o...

NESTAPA

NESTAPA

 

Maut merayap segala penjuru

menggedor-gedor di semua pintu

Para raja sibuk mikir gentongnya

kendi jatah kita malah tak tiba

Kematian ada di depan mata

Namun, masih saja kita bersengketa,

siapa yang layak jadi presiden nanti

Betapa bebal dan tololnya ini!

 

Hidup dan mati anak manusia

hanya jadi semata angka saja

Kita ditinggal sendiri dalam pilu

Hanya diingat perlu kala pemilu

 

Aku melihat mayat-mayat di kota-kota

Sementara yang sekarat mengiba udara

Yang lengah dan tidak percaya pun tersungkur

Yang waspada tak punya alasan bersyukur

 

Kita dihimpit dari segala penjuru

Mati sesak napas atau kena peluru

Mati teracun atau mati kelaparan

Tinggal mati damai jadi satu harapan

 

Singosari, 17 Juni 2021

Padmo Adi

Comments