ICOLLEC FIB UB

  International Conference on Language, Literature, Education, and Culture (ICOLLEC) 2021 Virtual Conference Faculty of Cultural Studies - Universitas Brawijaya “The Dynamics of Language, Literature, Education, Art, and Culture  of a Changing Society in The Age of Disruption” 🎤 SPEAKERS 1. Prof. Dr. Bernard Arps - Leiden University 2. Prof. Dr. Sharmani Patricia Gabriel - Universiti Malaya, Malaysia 3. Prof. Hsueh-Hua Chuang - National Sun Yat-sen University, Taiwan 4. Prof. Hisanori Kato - Chuo University, Japan 5. Dr. Dag Yngvesson - University of Nottingham, Malaysia 6. Dr. Hipolitus Kristoforus Kewuel - Universitas Brawijaya 🗓️ International Conference: 9-10 October 2021 🗓️ Important Date 1. Abstract submission is extended until 05 September 2021 2. Notification of abstract acceptance is extended until 10 September 2021. 3. Full paper and Payment deadline: 25 September 2021 4. International conference: 9-10 October 2021 5. Notification of fullpaper for proceeding: 15 November 20

PESTA SUNYI OLIGARKI

 PESTA SUNYI OLIGARKI

 

Tim Kamboja, Garda Akhir RS Brayat Minulya memberi penghormatan terakhir dan doa kepada jenazah korban covid19. Begajah, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto dari Antonius Suhartanto.

Matahari pagi membakar orang-orang renta yang memohon hidup darinya

Pada lorong-lorong rumah sakit banyak orang keleleran menolak mati

Banyak juga orang meregang nyawa sendiri di rumah tanpa sempat melolong minta tolong

Ambulan-ambulan mulai lunglai, tak lagi kuat mengantar tubuh-tubuh dan bangkai

 

Sementara itu di jalanan-jalanan kota,

aku melihat wajah-wajah oligarki

menjual diri pada baliho-baliho

besar-besar

sembari menulis nama lengkap

dan empat angka:

2024

 

Aku ingin meludah!

Di saat kita dilanda nestapa...

bernapas tak bisa, perut juga meronta!

Aku ingin muntah!

Di saat maut mengepung laksana sekawanan serigala...

pergi keluar mati dicekik korona

tetap di rumah mati kelaparan nasi tiada

 

Kita

ditinggalkan

mati

sendiri

Sementara para oligarki pamer foto dengan senyum pada muka,

Mengemis-emis 2024 nanti kita coblos wajah mereka,

supaya bisa ada di senayan,

supaya bisa ada di istana merdeka

Padahal kita sudah lebih dari setahun merana,

menghitung hari

menghitung nama

kali ini giliran siapa dijagal ajal

 

Jangan... janganlah mati hari ini!

Sebab kita cuma akan jadi pamflet

lalu di-broadcast sehari

dan besok dilupakan,

jadi data pada Negara

yang banyak bilangannya dimanipulasi

dan bagi Armando semata deret angka

tanpa sejarah

tanpa cerita

tanpa cita

 

Mari saling bergandengan

tetangga bantu tetangga

kita perkuat komunitas

kita jaga kerabat

kita sapa saudara yang tengah bergulat

sembari kita ingat-ingat wajah-wajah yang telah memikirkan 2024!

Kita kutuk sumpahi mereka,

kita akan tetap di rumah saja tatkala kelak mereka akhirnya menggelar pesta!

Biar jadi pesta sunyi, sebab saat ini mereka biarkan kita mati.

 

Singosari, 24 Juli 2021

Om Dapdia

Comments