TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH

TAK LAGI DEKAT MEZBAH ALLAH   Tubuh Tuhan dikonsekrasikan. Dokumen Pasukan Komsos Singosari. Sebenarnya aku ini terlanjur ajur remuk dan terkutuk Bayang maut yang merenggut menjelma jadi takut   Bapak tidak genap empat lima   Kupunguti pecahan diriku yang berserakan di jalanan Aku tak nemu kedamaian di dalam gereja Tuhan   Lucunya, belasan tahun silam rasa yang sama pernah melanda Namun, kini aku lebih bisa nerima   Kubawa puing-puing itu dan kurangkai laksana kain perca   Mungkin ada baiknya aku tak lagi dekat mezbah Allah Tempatku jelas bukan sekitar altar Tempatku tidak di atas mimbar Tempatku ada di belakang layar di sudut sujud, penuh kemelut   Dosa-dosa kuhitung Doa-doa membubung   Ah... biarlah aku mengabadikan kejadian keajaiban Tubuh dan Darah Tuhan dikonsekrasikan   Aku rindu makan Daging Tuhan! dan minum Darah-Nya!   Sungguh aku tak layak Tuhan...

SAJAK SEGA PECEL

 SAJAK SEGA PECEL

Bersepeda adalah perlawanan.
Dokumen pribadi.


Nun jauh di ujung lembah itu,
ada warung sega pecel, kopi susu
Membuatku tetap terus melaju
di jalanan berpasir berbatu

Mendung yang menggantung di ujung
bertalu-talu suara guntur
dan air yang mulai gugur
tidak mampu menahan dan membendung

Jiwa merdeka terus arahkan haluan
Kebebasan adalah pemahaman kerinduan
Yang punya fantasi akan terus melaju
Sepiring sega pecel, secangkir kopi susu

Malang, 28 Maret 2022
Padmo Adi

Comments