MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU

MUG YANG KAUDESAIN DENGAN GAMBAR WAJAHKU * kepada @miki_osanai ( 小山内 美喜 )     Lihatlah, Miki... mug yang kaudesain dengan gambar wajahku telah berisi burakku kohi ! Hidup nambah sehari   Apa yang buat orang terus bertahan tetap hidup walau tanpa makna dan nampak sia-sia? Lihat, Shinigami di malam hari terlihat lebih memesona   Bagaimana aku bisa mengajarkan cara berkata ya pada hidup pada semesta raya dengan segenap gairah, tawa, dan air mata, yang disuling jadi aforisma?   Hidup manusia palingan cuma delapan puluh keliling bumi putari matahari selebihnya sunyi hingga tinggal jagad raya menguap sendiri atau koyak-moyak atau balik mampat untuk kemudian mendentum lagi   Kita cukup beruntung boleh mengada pada ruang-waktu lalu berpuisi ada yang menyanyi ada yang menari ada pula melukis sepi tapi jangan mati jangan dulu mati sebelum delapan puluh kali bumi kelilingi matahari atau kala sel-sel

RIDE TO THE ISLAND OF GOD

RIDE TO THE ISLAND OF GOD
 

Music: Diamonds in My Heart, OST Game Chocobo Racing, Sung by Vicki Bell

Akhir Desember 2015 hingga awal Januari 2016 adalah waktu yang takkan aku lupakan. Sebuah perjalanan yang selalu ingin aku ulangi lagi. Solo, Tawangmangu, Magetan, Malang, Singosari, Singaraja, Tamblingan, Alas Gumitir, Gladak Perak, Blitar, lalu tersesat di Alas Gunung Liman, hingga kemudian selamat tembus Trenggalek, kemudian kedinginan di Cemoro Sewu lewat tengah malam, dan akhirnya kembali.

Kawan seperjalanan saya, @alb_eko_ngr, bahkan lebih jauh lagi. Dia start dari Gamping, Jogja. Lalu juga finish di sana.

Pergantian tahun dari 2015 ke 2016 kami lewati di Malang. Saya dan Eko menghabiskan 2015 dengan jajan nasi goreng bersama Mas @threembil (kakak sepupu saya) dan @ph_jonathan (sahabat saya sejak di Novisiat Salatiga). Detik-detik pergantian tahun kami nikmati di kos Jonathan yang sederhana, sembari mendengarkan sharing kawan kosnya tentang Alas Gumitir.

Lalu Singosari; numpang lewat. Aku jatuh cinta pada kota kecil ini sejak pandangan pertama!

Singaraja menjadi destinasi kami. Ada kawan kami dari @seriboedjendela yang berasal dari sana, @arlinggahn. Ternyata dia kawan seorang teaterawan Bali, Bli @wayansumahardika. Mereka menjamu kami di sebuah pasar yang justru ramai ketika malam menjelang.

Jamuan yang ramah setelah aku dan Eko bertualang ke Danau Tamblingan.

Pulang kembali ke Jawa, kami lewat selatan, Alas Gumitir. Jembatan Gladak Perak gagah terlihat. Urban legend-nya sangat horor. Jembatan itu hancur oleh karena erupsi Semeru yang terakhir. Sepertinya sudah direnovasi.

Mampir Blitar, ke rumah seorang kawan teater dari Teater Ingsun PBSI USD, @dewi_pujilestari.

Dalam perjalanan kembali ke barat, kami tersesat di Alas Gunung Liman pas tengah malam! Untunglah kami selamat tembus Trenggalek.

Sampai di Solo setelah hari pagi. Aku finish. Eko masih lanjut lebih dari 60km lagi hingga ke Jogja, ke Gamping.

Entah kapan aku bisa mengulang lagi petualangan itu. Yang jelas, kini aku tinggal di Singosari, kota kecil yang menarik. Jika dulu cuma numpang lewat Jalan Veteran Malang, kini hampir tiap hari aku melewatinya. Jonathan sudah tidak di Malang. Tak terasa... delapan tahun sudah.

Roda kehidupan senantiasa berputar. Mari lanjutkan perjalanan.

Singosari, 02 Januari 2024

Comments